Yuk bikin Kos-kosan go green
Sebenarnya tulisan ini adalah tantangan dari mas alamendah’s (bisa di baca di sini). Tugasnya adalah membuat tulisan tentang “Forests: Nature at your Service” atau “Hutan Penyangga Kehidupan” tapi berhubung saya tidak begitu mengerti tentang hutan, ya.. tulisan ini tidak akan ada hubungannya dengan hutan. Tapi tak apalah tulisan ini khusus saya buat untuk sama-sama merayakan hari lingkungan hidup tahun 2011 yang jatuh tanggal 5 Juni 2011.
Saat ini jumlah kos-kosan di kota besar terus bertambah, ini disebabkan semakin besarnya jumlah penduduk yang merantau untuk belajar(seperti kota jogja, surabaya, malang, bandung, dll) maupun untuk bekerja di tempat tersebut. Dengan bertambahnya jumlah penduduk di kota, pasti bertambah juga jumlah sampah terutama sampah rumah tangga dari kos-kosan tersebut. Kebetulan saya termasuk orang yang pernah merasakan hidup dan tinggal di kos-kosan.
Memang sih diperlukan kesadaran bersama untuk dapat menanggulangi bertambahnya jumlah sampah di kos. Apalagi kos-kosan merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam karakter orang dari berbagai macam daerah. contohnya saja nih, di kos-kosan saya orang nya ada yang dari Bali, Ambarawa, Magelang, Lampung, Tarakan, Kalimantan Barat, Palembang, dan Ambon, belum lagi bapak kos beserta keluarga. Tentu perilaku, karakter penghuni, dan konsumsi sampahnya pasti berbeda-beda.
Anggap saja seorang anak membeli makan dari minimarket atau warung nasi, tentu pasti juga akan membawa bungkus plastik ke area kos. Selain itu sampah juga bisa dihasilkan dari kertas-kertas dari tugas kuliah, atau sampah dari peralatan rumah tangga. Coba saja kalau asumsikan masing-masing orang menghasilkan sampah 1 ons tiap harinya. Dikalikan jumlah orang dan jumlah hari dalam sebulan, tentu saja sudah sangat banyak jumlah sampah yang terkumpul di satu kos saja. Itu baru satu, bagaimana yang lain?
Solusinya bagaimana?
Mungkin kita tidak bisa langsung untuk mengurangi jumlah sampah, tapi sebisa mungkin untuk melakukan penghematan barang-barang yang bisa menghasilkan sampah. Selain itu, lebih baik lagi kalau di tiap kos dibuat tong sampah khusus sesuai dengan kategorinya. Tiap kos-kosan menyediakan tong sampah untuk 3 jenis sampah, yakni tempat sampah organik, tempat sampah beracun, dan non organik. Dan nantinya sampah-sampah tersebut diolah untuk didaur ulang ataupun dibuang ke TPA secara berkala. Mungkin dari hal kecil inilah nantinya akan membantu terjaganya linkungan di sekitar, terutama linkungan sekitar kos-kosan tersebut.

Bagaimana semuanya, setujukah? Atau ada saran lain?
Sekian dulu untuk tulisan ini, sudah malam dan saya sudah ngantuk. Selamat malam.
kalau gitu ayo mulai sekarang laksanakan
Arif Riyanto recently posted..Amikomus Tempat Belanja Hosting Murah
Reply
andre Reply:
June 14th, 2011 at 4:47 pm
siap mas.
Reply
y udah mas angkut aja tuh tempat sampahnya ke kosan xixi
Reply
andre Reply:
June 16th, 2011 at 5:25 pm
bisa dimarah satpol PP mas haha…
Reply
wah emang harusnya gitu gan, udah penat sama polusi
Jamaluddin Elwa recently posted..Cara Simpel bikin Icon untuk Folder !
Reply