Demi perut, hindari mi instan(untuk lomba)
Saya memang mempunyai riwayat sakit maag, tapi itu dulu, ketika SMP. Menurut dokter, maag saya termasuk maag yang akut. Sampai-sampai setiap kali habis makan dan minum, pasti makanan tesebut saya muntahkan lagi dan hampir semua makanan yang saya makan keluar lagi(maaf tidak bermaksud jorok
). Menurut dokter, penyakit ini dikarenakan saya sering makan dengan tidak teratur. Maklum waktu SMP saya mengikuti banyak kegiatan, seperti OSIS dan juga pramuka. Akibat penyakit maag akut itu, saya harus minum banyak obat dan harus bisa makan dengan teratur agar penyakit maag tersebut tidak kambuh lagi. Akhirnya “terapi” tersebut berhasil, dan penyakit maag saya tidak kambuh lagi.

Ke perantauan
Setelah saya lulus dari salah satu SMU di Bali, saya mencoba merantau. Saya diterima di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Awalnya saya merasa kehidupan perantauan tidak begitu susah. Hampir sama dengan kehidupan di rumah, tapi bedanya saya harus tidur sendiri dan mengatur uang yang telah diberikan orang tua dengan tepat. Jika tidak, harus berpikir sendiri untuk mendapatkan uang tambahan.
Di perantauan, saya mengikuti anjuran anak kos lain untuk makan dua kali sehari agar hemat. Itupun tidak teratur karena tugas-tugas kerja kelompok yang tidak menentu. Kadang saya lebih sering mengkonsumsi mie instan. Maklum di daerah dekat kampus saya banyak sekali warung nonstop 24 jam atau yang istilah bekennya disebut burjo. Rata-rata menunya adalah intel rebus(indomie telur rebus), intel goreng(indomie telur goreng), tante goreng(tanpa telur goreng), tante rebus(tanpa telur goreng), mi dogdog, dan lainnya.

gambar : soloaja.com
Masa pertengahan kuliah memang masa-masa yang paling susah. Banyak tugas yang menumpuk, kerja kelompok dan ujian-ujian dari dosen. Ini membuat saya tidak bisa membagi waktu, dan membuat pola makan saya tidak teratur lagi. Karena terburu-buru, saya lebih memilih ke warung non stop untuk membeli makan dan biasanya saya memesan mi instan. Hampir setiap hari saya memesan mi instan di warung ini. Maklum hari-hari terasa sangat sibuk.
Pernah suatu saat saya merasa sakit pada perut saya, rasanya seperti ada yang menusuk-nusuk perut dari dalam, kadang rasanya perut saya seperti dicubit-cubit. Perih sekali. Tapi karena menumpuknya tugas yang harus saya selesaikan, saya tidak menghiraukannya. Semakin lama, perut saya terasa semakin sakit. Kadang malam hari setelah mengkonsumsi mi instan penyakit di perut saya kambuh, rasanya perih sekali. Saya coba berguling-guling di kasur untuk mengurangi rasa sakitnya, tapi rasa sakitnya tidak juga reda. Pernah juga suatu ketika saya harus membolos kuliah karena perut saya sakit.

gambar : health.kompas
Suatu saat, saya tidak sengaja membaca artikel di koran tentang penyakit maag, dan saya menemukan fakta ternyata kambuhnya penyakit ini bisa disebabkan karena banyak mengkonsumsi bahan pengawet dalam makanan. Semakin banyak bahan pengawet dalam makanan dapat memicu kambuhnya penyakit maag bagi penderitanya. Dan dalam artikel tersebut juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi mi instan, karena di dalam mi instan terkandung banyak bahan pengawet. Saya sadar, kemungkinan besar hal ini adalah penyebab dari rasa sakit yang sering saya derita. Saya mencoba mengurangi konsumsi mi instan, dan lebih memilih makan telur tempe daripada makan mi instan, dan ternyata sakit perut yang sering saya rasakan tidak mengganggu saya lagi.
semoga pengalaman saya, bisa berguna untuk teman-teman sekalian.
Artikel ini tidak bermaksud untuk menjelek2kan mi instan, tapi semua di atas berdasarkan pengalaman yang ada. Artikel ini juga diikutkan dalam kontes aku ingin sehat
udah dicek ya teman, terima kasih sudah ikutan
Reply
andre Reply:
February 17th, 2011 at 3:17 pm
siap. yang dicek apanya?
Reply
tapi mantap juga sih mie juga gan, apaloagi pake telor itu
Reply
wah, memang ane cuma bisa masak mie instan aja makanya ane kalo lagi sendiri cuma bisa buat mie instan… ya buat mie instan… tapi kalo masaknya benar mudah2an aman…. hehe…
semoga sukses mas kontesnya,,,
Comment luv nya errur ya mas ?
Reply
andre Reply:
February 26th, 2011 at 5:20 am
itu karena ganti theme mas, kayaknya theme yang saya pakai theme jadul. commentluv, kaskus emoticon, anti spammer ga jalan semua. mas Amri tau solusinya?
Reply
memang betul,tidak baik banyak mie instan…bikin sakit lambung
Reply
hehehe sama mas kalao malas makan nasi y makan mi padahal kan g bagus y ^^
Reply
bikin kanker : )
Reply
Bukannya bahan pengawet bikin perut kita awet?
Reply
andre Reply:
March 2nd, 2011 at 6:14 am
kata sapa gan? ada2 aja :ngakak:
Reply
utamakan kesehatan daripada pekerjaan bro
Reply
andre Reply:
March 3rd, 2011 at 6:38 am
iya sob, tapi karena tanggung jawab, kadang harus terpaksa melupakan kesehatan juga.
Reply
makasih infonya, pantesan tiap makan mi instan, perut saya langsung bergejolak.biarpun, yang katanya air rebusan pertama dibuang, tetap aja efeknya ke perut sama.
Reply
mesti sayang sma diri sendiri… lebih baik dan akan amat jauh lebih baik kalo g usah makan mie instant.. kcuali udah gda makanan laen d dunia ini… hahhaa
kalo ntar kita sakit bakal nyusahin ortu kn atau nyusahin orang yg sayang sama kita.. jd jangan deh
lam sehat selalu
Reply